Mengintip Eksotisnya Kintamani Bali

Mengintip Eksotisnya Kintamani Bali

Hampir setiap wisatawan domestik atau mancanegara tidak akan melewatkan untuk berkunjung ke Kintamani Bali saat berlibur ke Pulau Dewata. Di obyek wisata yang terletak di Kabupaten Bangli ini, pengunjung akan disuguhi panorama eksotis Gunung Batur yang terlihat sangat serasi dengan Danau Batur di bagian bawahnya.

Perpaduan lembah dan pegunungan serta uniknya budaya masyarakat setempat memang menjadi daya tarik utama obyek wisata ini. Kamu bisa menyaksikan pemandangan eksotis ini dari obyek wisata Penelokan. Bahkan menurut beberapa wisatawan, tempat ini memiliki kaldera terindah bluehost中国 di dunia. Obyek wisata Kintamani sendiri merupakan salah satu dari 5 besar obyek wisata yang mendapatkan kunjungan terbanyak di Pulau Dewata. 5 obyek wisata yang mendapatkan kunjungan terbanyak adalah Tanah Lot, Uluwatu, Ulundanu Beratan, Tirta Empul dan Kintamani sendiri.

Untuk mencapai obyek wisata ini pengunjung dapat menempuh waktu 1.5 jam menggunakan mobil melalui Kota Denpasar. Jika kamu berada di kota Bangli maka kamu hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk sampa di Kintamani.

Selain panorama Gunung Batur yang eksotis, di kawasan obyek wisata Penelokan ini kamu bisa mengunjungi Museum Vulkanologi. Museum yang dibuka pada tahun 2007 ini memiliki fasilitas seperti ruang pertemuan khusus untuk ilmuwan, dan juga ruang koleksi yang memamerkan bukti-bukti peristiwa meletusnya Gunung Batur. Seru bukan saat berwisata sambil beredukasi juga?

Gunung Batur yang memiliki keunikan tersendiri akhirnya membuat UNESCO mengakui bahwa Gunung Batur adalah Geopark Dunia. Pengakuan ini membuat Gunung Batur menjadi taman bumi yang bertraf internasional.

Tempat selanjutnya yang menjadi favorit para wisatawan ketika berkunjung ke Kintamani adalah Desa Trunyan. Desa kuno ini tidak pernah sepi pengunjung, karena banyak orang tertarik melihat keunikan adat istiadat yang dimiliki desa tersebut. untuk bisa menyaksikan adat istiadat tersebut pengunjung harus menyeberang dari Desa Kedisan menuju Desa Trunyan menggunakan perahu atau boat.

Adat istiadat unik yang ada di Desa Trunyan adalah ritual pemakaman dimana mayat-mayat penduduk setempat diletakkan diatas tanah tanpa harus dikubur. Apakah tidak mengeluarkan bau seperti mayat manusia pada umumnya? Jawabannya adalah TIDAK. Aneh dan unik bukan? Ternyata yang menyebabkan mayat-mayat tersebut tidak berbau adalah faktor tempat peletakan mayat. Dimana setiap mayat di letakkan diatas tanah tepatnya dibawah pohon kayu menyan yang besar.

Sistem penguburan ini merupakan tradisi turun-temurun dan berbeda dari sistem penguburan umat Hindu pada umumnya. Areal pekuburan di Desa Trunyan sendiri terletak cukup jauh dari pemukiman masyarakat, lokasinya berada di tepi tebing danau Batur.

Jadi apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Kintamani dan keunikan Desan Trunyan? Ayo susun liburan menyenangkan mu bersama Crown Bali Holiday. Kami menyediakan berbagai paket wisata spesial khusus untuk kamu. Happy Holiday ^^

About the Author

on Aug 03, 2016

Latest Blog

No Comments

Leave a Reply