3 Tradisi Budaya Bali Yang Unik

Setiap daerah pasti memiliki daya tariknya masing-masing. Demikian halnya dengan Bali, yang lebih banyak diincar oleh wisatawan sebagai destinasi wisata ini, menyimpan tradisi budaya Bali yang unik dan hanya dapat Anda temukan di pulau dewata ini.

Berikut ini merupakan 3 tradisi unik yang dapat Anda temukan hanya di pulau Bali. Semoga bisa menjadi referensi bagi Anda ketika berkunjung untuk liburan wisata.

 
1. Mageret Pandan

Tradisi budaya Bali ini memakai pandan berduri tajam, merupakan tradisi yang unik, tradisi tersebut dilakukan selama kurang lebih 3 hari dan menjadi sarana latihan ketangkasan seorang prajurit untuk masyarakat Tenganan yang menganut Agama Hindhu aliran Dewa Indra sebagai Dewa Perang. Yang paling penting dalam perang pandan tersebut bukanlah perihal menang atau kalah, melainkan jika ada yang terluka karena goresan pandan akan diobati dengan obat yang berasal dari cuka kunir dan isen. Maka tradisi tersebut hingga saat ini menjadi tontonan menarik untuk wisatawan yang datang, baik itu wisatawan lokal atau mancanegara. Kepercayaan yang dianut oleh warga Tenganan sedikit berbeda dengan warga Bali umumnya, yang mana umat Hindu Bali menjadikan Tri Murti sebagai dewa tertinggi, berbalik dengan itu warga Tenganan menjadikan dewa Indra sebagai dewa Perang atau dewa dari segala dewa.

3-Tradisi-Budaya-Bali-_-Mageret-Pandan

 

2. Mekepung

Tradisi Mekepung yang ada di Jembrana Bali dikembangkan tahun 1930 dengan pakaian layaknya prajurit istana. Mereka akan melepas semua alas kaki, menggunakan gaun kepala, syal, romi sekaligus celana panjang dengan pedang yang ditutup kain motif kotak di pinggang. Sebab pakaian joki yang dipakai selalu saja kotor setelah Mekepung dilakukan di sawah lumpur, maka mereka akan pindah berjalan ke tanah yang berdekatan dengan sawah. Mekepung juga mempunyai arti kejar – kejaran, inspirasi itu datang dari kegiatan petani ketika mengolah sawah sebelum menanam benih padi yang dibajak ke dalam lumpur dengan bajak tradisional. Bajak akan ditarik dengan dua ekor kerbau yang aman kerbau sudah mengenakan alat dekoratif misalnya lonceng kayu sehingga lonceng akan mengeluarkan bunyi ketika berjalan.

3 Tradisi Budaya Bali - Mekepung

 

3. Omed – omedan

Tradisi budaya Bali yang unik ini merupakan festival tradisi ciuman yang dilakukan sehari setelah hari raya Nyepi di Bali. Tradisi ini dilakukan setiap tahunnya sebagai warisan leluhur yang dilestarikan hingga sampai sekarang. Tradisi ciuman antara laki – laki dan perempuan tersebut dilaksanakan oleh muda mudi satu desa, yaitu desa Banjar Kaja Desa Sesetan Denpasar Bali. Setiap tahunnya paling tidak 50 orang yang sudah menginjak dewasa akan ikut serta berpartisipasi memeriahkan festival yang sudah turun temurun ini. Dimulai dengan berdoa di Banjar agar semua prosesi yang dilakukan berjalan dengan lancar. Ketika berdoa maka muda mudi dibagi dua kelompok, yaitu laki – laki dan perempuan. Pada abad ke 17 Tradisi Omed – Omedan dilaksanakan ketika hari Nyepi, namun ketika tahun 1978 diganti dengan ketika Ngembak Geni atau setelah nyepi.

3 Tradisi Budaya Bali - Omed-Omedan

 

About the Author

on Dec 10, 2015

Latest Blog

No Comments

Leave a Reply